Review Komik Orange

Review Komik Orange

Review Komik Orange. Orange menceritakan Naho Takamiya, gadis SMA biasa yang tiba-tiba menerima surat dari dirinya di masa depan. Surat itu memperingatkan bahwa teman baru di kelas, Kakeru Naruse, akan meninggal karena bunuh diri, dan meminta Naho mengubah masa lalu untuk menyelamatkannya. Bersama teman-teman dekatnya—Suwa, Hagita, Azusa, dan Chino—Naho berusaha mendekati Kakeru sambil menghadapi perasaan rumit dan penyesalan yang muncul seiring cerita berjalan. Manga ini menggabungkan elemen slice-of-life, drama emosional, serta tema waktu dan pilihan hidup dengan cara yang lembut namun dalam. Tamat sejak 2016 dengan 7 volume, Orange masih terasa relevan karena pesannya tentang pentingnya memperhatikan orang di sekitar dan berani mengungkapkan perasaan sebelum terlambat. BERITA OLAHRAGA

Karakter yang Penuh Lapisan dan Relatable: Review Komik Orange

Naho adalah protagonis shojo yang sangat manusiawi—ia pemalu, ragu-ragu, dan sering menyesal karena tidak berani bertindak. Perkembangannya terasa alami: dari gadis yang hanya mengikuti arus menjadi seseorang yang berusaha mengubah nasib meski takut gagal. Kakeru sendiri adalah karakter yang kompleks; ia tampak ceria di luar, tapi menyimpan luka dalam yang membuatnya menarik diri. Teman-teman Naho—Suwa yang setia, Azusa yang energik, Hagita yang lucu, dan Chino yang tenang—juga punya peran penting tanpa terasa dipaksakan. Takano pandai menggambarkan emosi remaja: kegugupan saat mengirim pesan, rasa bersalah saat menyembunyikan perasaan, atau kehangatan saat teman saling mendukung. Interaksi antar karakter penuh momen kecil yang menyentuh, seperti Naho ragu membaca surat atau Kakeru tersenyum tipis saat Naho mengajaknya makan siang, membuat pembaca ikut merasakan setiap detik emosi mereka.

Alur Cerita yang Emosional dan Penuh Makna: Review Komik Orange

Alur Orange bergerak lambat tapi penuh intensitas emosional, fokus pada hari-hari biasa SMA yang ternyata menyimpan keputusan besar. Cerita tidak terburu-buru ke klimaks; Takano memberi ruang bagi Naho untuk belajar dari kesalahan kecil sehari-hari, seperti lupa mengajak Kakeru makan siang atau ragu mengirim pesan. Konflik muncul secara alami dari surat masa depan yang semakin mendesak, ditambah perasaan rumit antar teman dan rahasia Kakeru yang perlahan terungkap. Ada momen haru seperti festival musim panas atau kunjungan ke rumah Kakeru, yang membuat pembaca ikut menahan napas menunggu keputusan Naho. Pendekatan ini membuat cerita terasa seperti diary pribadi—penuh penyesalan, harapan, dan keberanian kecil yang akhirnya mengubah segalanya. Meski ada elemen supranatural ringan dengan surat dari masa depan, fokus tetap pada emosi manusiawi dan pilihan yang bisa diambil siapa saja di kehidupan nyata.

Pesan Positif tentang Penyesalan dan Kesempatan Kedua

Orange menonjol karena pesan utamanya: jangan biarkan penyesalan masa lalu menghalangi kebahagiaan sekarang. Cerita ini mengajarkan bahwa memperhatikan orang terdekat, berani mengungkapkan perasaan, dan mendukung teman bisa mengubah nasib, bahkan jika hasilnya tidak sempurna. Takano tidak memberikan akhir bahagia paksa; ia menunjukkan bahwa hidup penuh ketidaksempurnaan, tapi keberanian kecil bisa membuat perbedaan besar. Persahabatan di antara karakter digambarkan dengan indah—tanpa iri hati beracun atau pengkhianatan—membuat pembaca merasa hangat melihat mereka saling melindungi. Visual Takano yang lembut dengan warna pastel dan ekspresi wajah detail memperkuat emosi, membuat adegan hujan atau senyum malu-malu terasa hidup dan menyentuh. Meski ada kritik soal pacing lambat di beberapa bagian, pesan optimisnya tetap kuat dan menyembuhkan bagi pembaca yang pernah menyesali sesuatu yang tak terucapkan.

Kesimpulan

Orange adalah shojo yang berhasil menyentuh hati dengan cerita sederhana tapi dalam tentang penyesalan, persahabatan, dan keberanian mengubah masa depan. Karakter relatable, alur emosional, serta pesan tentang kesempatan kedua membuatnya tetap menjadi bacaan favorit bagi banyak orang. Di tengah shojo modern yang sering penuh drama berat, Orange menawarkan ketenangan dan kehangatan yang membuat pembaca merenung sekaligus tersenyum. Bagi yang belum membaca, ini adalah komik yang pantas diberi kesempatan—ceritanya lembut tapi kuat, penuh momen kecil yang menyentuh dan harapan yang tulus. Orange mengingatkan bahwa hidup terlalu singkat untuk menyimpan perasaan, dan terkadang satu pesan kecil saja bisa mengubah segalanya. Jika mencari shojo yang terasa seperti surat cinta untuk masa muda, Orange adalah pilihan tepat yang tidak akan mengecewakan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *